Dalam era digital ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, tidak sedikit orang yang menggunakan media sosial untuk menunjukkan kesombongan dan riya' (ingin dipuji). Mereka memposting status, foto, dan video yang hanya bertujuan untuk mendapatkan pujian dan perhatian dari orang lain.
Allah SWT telah melarang sikap riya' dan hasud dalam Al-Quran, Surah Al-Baqarah ayat 264:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang ditumbuhi tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadi bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."
Riya' dan hasud dapat menyebabkan seseorang kehilangan pahala dan keberkahan dalam hidupnya. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang memperlihatkan kesombongan, maka Allah akan menampakkan keburukannya di hadapan manusia pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam media sosial, kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam sikap riya' dan hasud. Kita harus selalu mengingat bahwa apa yang kita postingkan tidak hanya dilihat oleh manusia, tetapi juga oleh Allah SWT.
Mari kita gunakan media sosial dengan bijak dan ikhlas, serta selalu mengingat bahwa kebaikan dan keburukan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Oleh : ZIDNI NAILAL HAQ
Kelas XII Angkatan 23/24