Nadia Nurul Hasannah, seorang siswi SMA yang memakai kerudung dan cadar, menjadi target bully dari sekelompok siswi yang mengedepankan kecantikan dan kemewahan. Intan, Naira, Jenika, dan Audia, empat siswi yang selalu membeli kecantikan dengan skencare mahal, tidak pernah menyadari bahwa tindakan mereka dapat berdampak buruk pada orang lain.
Nadia, yang introvert dan suka belajar agama, sering dibuli oleh keempat siswi tersebut dengan sebutan "cupu" dan disiram air solokan. Namun, ada yang membela Nadia, yaitu temannya Alif dan Ust Hafidz, guru agama yang magang mengajar di sekolah tersebut.
Ust Hafidz, yang merupakan anak pemilik Pesantren Terbesar di Jawa Timur, selalu memberikan nasihat dan motivasi kepada Nadia untuk tetap kuat dan tidak membalas kebencian dengan kebencian. Nadia yang suka belajar agama, baik di kelas maupun di madrasah tempat Ust Hafidz tinggal, berani menceritakan peristiwa yang terjadi di sekolahnya kepada Ust Hafidz.
Ketika keempat siswi tersebut mengalami kejadian buruk, Nadia menjadi inspirasi bagi mereka untuk memahami arti kecantikan yang sebenarnya. Intan, anak Pejabat Pajak, terjebak KKN dan bapaknya ditangkap KPK. Naira, anak Pengusaha, usahanya bangkrut dan bapaknya sakit keras. Jenika, anak Penjahit, ayahnya kena serangan struk. Dan yang tragis, Audia, anak Karyawan biasa, bapaknya bunuh diri karena tekanan ekonomi dan istrinya.
Nadia bertanya kepada Ust Hafidz
tentang hukum memakai cadar dan membuka cadar. Ust Hafidz menjelaskan hukum dan membolehkan Nadia untuk membuka cadar agar menjadi contoh kecantikan alami dan tidak dibully. Nadia membuka cadar dan pergi ke sekolah, membuat semua orang takjub dengan kecantikannya yang memancarkan cahaya.
Ust Hafidz melihat Nadia dengan takjub dan menundukan pandangan dengan mengucapkan Subhanallah. Waktu ujian akhir telah tiba, keempat siswi yang sering membuli menanyakan bagaimana wajah Nadia bisa mulus dan cantik. Nadia menjelaskan bahwa sering wudhu dan memakan makanan yang sehat dan baik akan membuat kulit baik dan cantik, namun bukan untuk disombongkan juga bukan untuk membully teman-teman yang lainnya.
Setelah ujian selesai, Ust Hafidz memberikan kejutan kepada kedua orang tua Nadia dengan melamar Nadia dan akan dibawa ke Sekolah Ketimur Tengah untuk melanjutkan gelar Doktoral. Nadia dan keluarganya sangat bahagia dan bersyukur atas kejutan tersebut. Film ini mengajarkan tentang pentingnya kecantikan alami, kesederhanaan, dan kebaikan hati, serta dampak buruk dari bully dan kesombongan. 🌟
Oleh : Maula Husna Muslimah
Kelas XII Angkatan 23/24