Manusia adalah mahluk yang mempunyai tugas pokok di dunia yaitu untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Ayat yang menjelaskan
Bahwa manusia diciptakan untuk beribadah:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Artinya : "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" (QS Az-Zariyat [5]:56). Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia adalah untuk mengabdi, menyembah dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Orang yang bertakwa memiliki beberapa ciri khas, di antaranya adalah beribadah kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Takwa menurut Islam yaitu merujuk pada rasa takut dan cinta kepada Allah, yang mendorong seseorang untuk menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Manusia yang hidup di muka bumi ini pasti akan menghadapi masalah dalam hidupnya, banyak di kalagan masyarakat yang mempunyai masalah seperti putus cinta, mempunyai hutang yang susah dibayar, atau orang yang susah cari kerja. banyak orang yang mempunyai masalah tersebut diselesaikannya dengan cara yang tidak baik contohnya dengan cara bunuh diri, mabuk-mabukan atau hal-hal yang tidak baik lainnya.
Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran, ketaatan, dan rasa takut kepada-Nya, menjadikannya benteng pelindung diri dari keburukan dunia akhirat, serta kunci keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan di sisi Allah SWT, yang diwujudkan melalui amal saleh, akhlak terpuji, dan hati yang bersih.
Takwa juga merupakan kunci utama keselamatan dunia dan akhirat karena dengan bertakwa, seseorang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, yang membawa keberkahan, kemudahan rezeki, penghapusan dosa, perlindungan dari siksa, dan janji surga di akhirat, menjadikan hidup di dunia lebih baik dan selamat di akhirat. Intinya, takwa adalah benteng pelindung dari keburukan dan jalan menuju kebahagiaan abadi.
Arti takwa dalam Al-quran berdasarkan surat yang di bahas di bab 3 Al- Qur’an menegaskan bahwa takwa merupakan tujuan utama dari ibadah (QS. Al- Baqarah: 21), standar kemuliaan manusia di sisi Allah (QS. Al-Hujurat: 13), serta sebab datangnya pertolongan, jalan keluar, dan rezeki dari arah yang tidak disangka- sangka (QS. At-Talaq: 3). Selain itu, orang-orang yang bertakwa memiliki kekuatan spiritual untuk menghadapi godaan setan dengan senantiasa mengingat Allah (QS. Al- A‘raf: 201). Dengan demikian, takwa merupakan bekal terbaik bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia dan sebagai penentu keselamatan di akhirat. Takwa menuntut konsistensi (istiqamah) dalam keimanan dan perbuatan, serta penerapannya harus menyeluruh, baik dalam hubungan vertikal dengan Allah maupun hubungan horizontal dengan sesama manusia.
Berdasarkan pembahasan di atas penulis menyimpulkan bahwa, takwa merupakan bekal terbaik bagi manusia dalam menjalani kehidupan, yang harus diwujudkan secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui amal saleh, akhlak mulia, hati yang bersih, serta keseimbangan hubungan dengan Allah (hablun minallah) dan dengan sesama manusia (hablun minannas). Takwa bukan hanya konsep teoretis, tetapi pedoman hidup yang menentukan kualitas kehidupan manusia di dunia dan keselamatannya di akhirat.
Oleh : RAYZHA AHSAN EPENDI
Kelas XII Angkatan 23/24